Sunday, November 1, 2009

Polis Yahudi Israel Menyerang Masjid Al Aqsa Lagi, Ikuti Kronogi Peristiwa Memilukan Ini

October 26, 2009
26 Okt- Masjid Al Aqsa, kiblat pertama umat Islam, tempat suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, kini terluka dan sedang merintih. Pada Ahad pagi (25/10), lantai-lantainya dikotori oleh pijakan kasut polis Yahudi Israel. Lorong-lorongnya dinodai dengan serangan senjata gas pemedih mata dan tembakan peluru polis Yahudi Israel.
Menurut para saksi dan tokoh Islam di Masjid Al Aqsa, serangan yang dilakukan puluhan polis Israel itu termasuk dalam rancangan Tel Aviv untuk membahagi dua Masjid Al Aqsa untuk Yahudi dan umat Islam. Juga usaha untuk memantapkan penguasaan Israel ke atas Al Aqsa agar pengakuan akan kewujudan Yahudi bebas mengadakan acara ritual keagamaan mereka di Masjid suci tersebut tercapai.
Islamonline telah melaporkan kronologi dari kalangan saksi mata tentang kejadian yang amat menyedihkan ini.
Saksi 1: Menurut Hatem Abdul Qadir, mantan Menteri Urusan Al Quds (Jerussalem):
  • Usai solat subuh, para jamaah solat subuh seperti biasa melakukan penjagaan di sekeliling masjid Al Aqsa bagi menghadapi sebarang  kemungkinan kehadiran orang-orang Yahudi ekstrim memasuki wilayah masjid. Hingga terbit sinar matahari memantulkan cahaya yang indah di Qubbatu Ash Shakhra yang kuning seperti emas. Menandakan hari baru mulai tiba. Tanpa disangka, Masjid Al Aqsa yang berkubah hijau sedang menghadapi konspirasi musuh-musuhnya..
  • Menjelang pukul lapan pagi. Para jamaah yang menjaga masjid mulai melakukan penutupan pintu sekitar Masjid satu demi satu lalu mereka berkumpul di dalam ruangan masjid yang tertutup. Tujuannya adalah agar tidak ada musuh-musuh dari luar masjid tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam masjid.
  • Tiba-tiba saja, teriakan takbir dan tahlil menggema di sekitar masjid. Menyusul sejumlah detetan tembakan senjata terdengar disusuli tembakan gas pemedih mata ke arah masjid. Para pemuda yang menjaga masjid serta merta keluar dari ruangan masjid, sebahagian ada yang tidak berbaju, menghadapi kemungkinan apapun di hadapan masjid. Di sana mereka ternyata telah ditunggu oleh puluhan polis Yahudi Israel yang siap menyerang dan menguasai masjid. Pertempuran tidak dapat dihindarkan. Tembakan senapang dan gas pemedih mata oleh polis Israel, mereka berhadapan dengan batu-batu dari para penjaga masjid Al Aqsa.
  • Sejumlah orang tercedera akibat tembakan peluru dan gas pemedih mata. Puluhan orang lainnya ditangkap oleh polis Israel. Polis Israel tetap melanjutkan usaha untuk menyerang umat Islam yang menjaga masjid. Mereka terus menyerang dan akhirnya kaum Muslimin terdesak hingga ke dalam ruangan Masjid Al Aqsa. Mereka lalu menutup pintu utama masjid yang dibuat dari besi. Kaum Muslimin lalu berdo’a dan menyerukan kewaspadaan serta permintaan bantuan melalui alat pembesar suara yang berkumandang lewat menara masjid.
  • Tahlil dan takbir kembali bergema menggetarkan Masjid Al Aqsa pagi itu. Polis Israel masih terus melakukan serangan dengan membawa beberapa tangga yang sudah disiapkan untuk menaiki sejumlah atap sisi masjid. Mereka juga memutuskan aliran elektrik dan menyerang melalui ruangan tempat azan.
  • Kemarahan umat Islam di dalam masjid sukar lagi dibendung atas kekejian Yahudi Israel terhadap masjid mereka. Mereka bersama-sama akhirnya kembali membuka pintu masjid menuju keluar untuk melakukan pertembungan terbuka, walau apapun risikonya.
Saksi 2: Yusuf Al Baaz, salah satu tokoh pimpinan Harakah Islamiyah Palestina yang turut berada di lokasi kejadian menceritakan:
  • Pintu gerbang Al Maghariba, merupakan pintu utama yang biasa digunakan orang-orang Zionis Israel menyelinapkan komuniti Yahudi ekstrim ke dalam lokasi Masjid Al Aqsa. Mereka juga kerap melepaskan para pelancong ekstrim Yahudi masuk melalui pintu tersebut. Dan melalui pintu inilah, pada pagi hari ini (Ahad, 25 Okt), mereka masuk dan melakukan serangan paling keji terhadap Masjid Al Aqsa. Boleh jadi, pilihan pintu gerbang Al Maghariba sebagai pintu untuk masuk ke Masjid Al Aqsa, kerana pintu gerbang itu berdekatan dengan lokasi Tembok Ratapan yang dikuasai penuh oleh Yahudi orthodok.
  • Ketika umat Islam di dalam masjid mengetahui adanya serangan terhadap Masjid, maka merekapun keluar dan sebahagian tidak sempat berbaju untuk menyongsong serangan itu.
  • Pertempuran tidak hanya terjadi antara polis dengan pemuda penjaga Masjid Al Aqsa, tetapi juga terhadap kaum wanita yang lanjut usia yang kebetulan berada di kawasan masjid, dan juga terhadap tokoh agama Islam Al Aqsa yang memang ada di lokasi tersebut.
  • Sementara itu, polis Israel yang datang terus bertambah hingga jumlahnya lebih dari 100 orang. Sebahagian mereka menunggu berhampiran pintu utama, dan sebahagian lainnya menyerang dengan membawa cota, tongkat, senjata berisi peluru dan gas pemedih mata.
  • Serangan ini tidak membuat gentar para pemuda yang menjaga masjid. Mereka lalu mengumandangkan takbir dan kalimat ”laa ilaaha illallah: melalui alat pembesar suara masjid sekaligus meminta bantuan. Tidak lama setelah itu, polis Israel menyerang ruangan azan dan memutuskan aliran elektrik, sehingga alat pembesar suara tidak berfungsi.
  • Serangan terus terjadi hingga mendorong para pemuda keluar dari masjid dan melakukan perlawanan terhadap ratusan polis Israel.
(mln/islamonline)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...